Sabtu, 29 Agustus 2009

Renungan I


Bagaimana caranya ia membuang pandangan mengenal kasta?
Pandangan para pertapa dan bwahmana yang dianut olh orang-orang sebagai dogma telah ia singkirkan.

Bagaimana caranya ia telah menghentikan pengejaran?
Ia telah meninggalkan pengejaran terhadap nafsu-indera, terhadap pengejaran jati diri dan nafsu menjadi.

Bagaimana caranya ia telah murni dalam pikirannya?
Ia telah meninggalkan nafsu indera dalam pikirannya, menyingkirkan niat jahat dan kekejaman dalam pikirannya.

Bagaimana ia menjadi orang yang menyenangkan emosi-emosinya (passaddha-kaya-sankharo hoti)? Menyingkirkan perasaan bahagia dan tidak bahagia, Menyingkirkan perasaan senang dan tidak senang, Ia masuk dan berdiam dalam jhana IV, yaitu:
Keadaan batin yang seimbang dan memiliki perhatian murni.

Bagaimana ia terbebas dengan baik dalam pikirannya?
Pikirannya bebas dari keserakahan, kebencian dan kebodohan.

Bagaimana ia terbebas dengan baik dalam kebijaksanaan?
Ia telah mengetahui pikirannya telah terbebaskan,
Nafsu-nafsu dalam dirinya telah tersingkirkan.
(Sangity Sutta : The Chanting Together)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar