Minggu, 30 Agustus 2009

Dasar-dasar Keyakinan Umat Buddha

Sebagai umat Buddha, di dalam kehidupan sehari-hari perlu menerapkan dan mengamalkan Buddha Dhamma, hal ini merupakan perwujudan dari keyakinan yang ada pada diri umat Buddha. Kerangka dasar keyakinan umat Buddha adalah saddha (keyakinan), sila atau perbuatan benar, bhakti atau pelaksanaan ritual keagamaan. Kerangka dasar ini tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya karena ketiganya merupakan suatu kesatuan yang utuh dan saling terkait dalam pelaksanaannya.
  1. Umat Buddha mempunyai keyakinan atau saddha yaitu: Keyakinan terhadap Tuhan yang Maha EsaSemua mazab agama Buddha di Indonesia berkeyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa dan menyebutNya dengan sebutan yang berdeda-beda tetapi pda hakekatnya adalah satu. Sebutan Tuhan yang Masa Esa antara lain: Parama Buddha, Sanghyang Adi Buddha, Hyang Tathagatha, Yang Esa, dsb.
  2. Keyakinan terhadapa Triratna/Tiratana: Keyakinan terhadap Triratna / Tiratana adalah keyakinan terhadap Buddha, Dhamma dan Sangha. Umat memiliki keyakinan kepada Buddha karena jasa Sang Buddha kita dapat mengenal dan belajar Dhamma. Umat Buddha mempunyai keyakinan teradap Dhamma, dengan melaksanakan Dhamma dalam kehidupannya dan merealisasikannya ia mencapai tingkat-tingat kesucian. Umat Buddha yakin pada Sangha, arena Sangha-lah maka Dhamma dapat lestari di dunia ni sampai sekarang.
  3. Keyakinan terhadap adanya Boddhisatva, Arahat dan Dewa: Boddhisatva adalah calon Buddha atau seorang yang bercita-cita dan bertekad untuk menjadi Buddha. Arahat adalah siswa Sang Buddha, karena ketekunan dan keyakinannya melaksanakan ajaran Sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengatasi serta melenyapkan semua kekotoran batin dan mencapai tingkat kesucian tertinggi. Dewa adalah Makhluk yang hidup dialam Surga, yang hidup berkat kekuatan karma baiknya atau kusala-kamma yang dlakukan pada kehidupannya yang lampau.
  4. Keyakinan terhadap hukum kesunyataan: Umat Buddha mempunyai keyakinan terhadap hukum kesunyataan yang telah diajarkan oleh Sang Buddha. Hukum kesunyataan tersebut terdiri dari:


  5. Keyakinan terhadap kitab suci: Keyakinan terhadap kitab suci adalah titik tolak atau dasar suatu agama berdasarkan pada ajaran yang tertulis atau yang ada dalam kitab suci, seseorang mulai mengembangkan kehidupan beragamanya secara jelas dan terarah. Kitab Suci agama Buddha adalah Tripitaka/Tipitaka
  6. Keyakinan terhadap Nirvana atau Nibbana: Keyakinan umat Buddha terhada adanya Nibbana didasarkan pada kotbah Sang BUdha yang pertama yaitu Dhammacakkapavatanasutta dinyatakan untuk mengatasi penderitaan adalah dengan mencapai Nibbana.Nibbana adalah amat tentram, suci, luhur, di mana semua bentuk kamma telah berhenti, gugurnya semua lapisan kehidupan, padamnya keinginan nafsu (tanha)

1 komentar: